Thursday, March 20, 2003

seorang yang tertidur di bawah pancuran


hey, ada seorang tertidur di bawah pancuran
berkelambu juntai air yang tak menderas sedih
tak pula menderai riang menunggu benang matahari
membutirkan urai pelangi

seorang tertidur di bawah pancuran
ringkuk terdiam kuyub di gemericik cair
abaikan genang beriak dan lelehan basah
padam lelap tanpa jenak

kulitnya sebentar kan mengerut riput
menuntas nyenyak dalam basah
dingin air atau hangatnya tak ada beda

seorang tertidur di bawah pancuran
dengar nafasnya tanpa gelagap, sengaja tak sengaja..
terlanjur tak terusik ciprat gelak air air
dengar jantungnya tak terjamah gigil,
bungkamkan alasan yang alirkan tiba lelapnya di situ
mungkin ia tak tidur hanya terdiam
mungkin gerah letih merindu cair
mungkin ia habis masturbasi
mungkin hanya kelelahan tak terperi

seorang telah tertidur di cucuran air basah
bisu bercakap bahasa kerinduan akut kepada imitasi hujan
atau kepada dekapan yang jatuh pecah satu persatu
gamang di punggung punggung diam
hingga ringkuknya kuyub melelap


cecil, maret 2003