Thursday, December 19, 2002

Pualam

Terangkailah hujan di ambang pintumu
menderas di pualam cair rindu yang dingin
menitik beku pada bibirnya yang terasa hampa di bibirku

bibirnya bukan bibirmu di malam yang tergenang tetesanku

dan
kau jangan pahatkan
keterdiaman merdumu di pelataran hujan
biar ku tatah sendiri dewa pualam rinduku

terbangun tinggi di kejauhan senandung mu