Sunday, February 22, 2009

memoar perjalanan malam

kita bisa berkendara dalam kegelapan malam menuju entah
kamu bisa mengemudi dan aku bisa terus terjaga
lampu-lampu berjajar, kegelapan lalu lampu-lampu lagi hingga kehilangan
berjam-jam, berbulan dengan malam serupa

aku sering haus dalam perjalanan
dan kamu pernah mengaku lapar akanku
dan aku tak sengaja meninggalkan bekal perjalanan kita dalam panggangan
sebelum pergi dari flat yang setidaknya lepuh jika tak terbakar

aku bermimpi tentang kursi kemudi yang kosong
sementara kamu tak pernah beranjak dari bilik dirimu

kamu bisa mengemudi walau kita tak pernah menempuh apa-apa
aku bisa terus terjaga walau selalu rabun akan rambu dan marka

kendara itu berujung entah dan kita telah tiba
pada ujung? pada entah?
bahu-bahu terangkat tak penting lagi milikmu atau milikku
tak ada pohon terpahat nama kita di jalan-jalan
hanya pesan pendek yang satu persatu gugur

jok-jok kosong tercarut koper dan stileto mengingat ikhtiar
untuk bercinta denganmu di alam terbuka sebelum ajal
pulang lepas sepanjang malam

No comments: