Sunday, July 27, 2008

aspergillus

semua bermula dari keindahan. nama yang seperti rasi bintang. kerapuhan yang seperti bayi baru dibersihkan.
kedap seperti dalam bola kaca diamati dari luar. jalan yang basah, bara yang padam, abu yang lembab.
nafas yang seperti belenggu, nyeri dalam setiap tarikan, demam atau suhu tubuh yang terlalu rendah hingga belulang mengejan dalam gigil. ruang terlalu senyap yang menyulut bising benak hingga melumpuhkanku berhari-hari dari menuliskanmu. kadang jantung di kali lain, paru-paru.
keindahan tidak meminta dirinya. parasit akan mati jika tidak memakan inangnya seperti bayi akan mati tanpa susu ibunya. tanpa dibiarkan mengambil sesuatu sebelum ia pergi. parasit yang indah dan inang yang megah.
entah mengapa kerapuhan selalu lebih indah daripada kekuatan megah yang menakjubkan. kita menonton hari-hari gugurku menjelma secantik sel sel nekrotik. layu menyerahkan diri pada parasitnya yang setia. bertebar mekar seperti rasi bintang. untuk setiap genap kematian bersinarlah satu sel dan langit-langit semakin terang. Ia tak pernah meminta dirinya menjadi pembunuh inangnya. tetapi ia akan terus membunuhnya karena ia menjadi dirinya. Aku sekonyong setia padamu, kamupun setia pada dirimu. kita bercermin sebelum sel-sel itu berlongsoran dan kekuatan itu mencemaskan.
aku yang tepagut keindahan dan perlahan gugur di dalamnya, kamu bermekar kian indah dan puncakmu adalah lenyapku. setelahnya kamu pun perlahan gugur karena tak ada lagi yang tinggal menyusui keindahanmu. kita berdua kalah dan barangkali aku yang pertama menundanya juga yang pertama akan memeluknya.

No comments: