Wednesday, January 09, 2008

pot di depan jendela

terlalu banyak puisi yang ditanam setiap pot depan jendela
entah kering atau berbunga
sejenis bahasa kode planet-planet kecil dibalik tirai renda
dan pengurai sandi, embun kaca

pintu-pintu terkunci bertulis "vakansi"
kotak posnya, satelitku beralamat jarak
mengorbit dalam senyap yang tersisih
tak ada bercak rindu, atau haru biru
hanya debar berkeping yang jatuhnya tak kunjung sampai ke tanah
berbulan, berpanjang-panjang

dalam rentang yang kutempuh ketika jatuh itu ada pemandangan
jendela-jendela berpot dan penghuni yang sama
:melambai, "aku tak berhasrat pulang"