Saturday, January 26, 2008

Pengakuan Pencuri

Apakah kamu pencuri? apakah kamu mencuri karena lapar sepi? ataukah kamu mencuri karena tak punya hati? sendirian itu mudah, menjaga keseimbangannya tidak. sendirian itu rumah yang hangat, penuh, terkunci. kokoh menjulang tinggi. Penghuninya tak perlu lagi pergi, atau menyeberang jalan ke halaman-halaman asing. Begitu angkuhnya ia menjadi rapuh. segala yang rapuh selalu indah segala yang indah karena rapuh itu sedih. demikian amat sedihnya ia menghancurkan hati. Lalu selalu ada dahaga sepi yang menjulang semahal hati. Karena rumah itu tak lagi membuka pintu untuk penghuninya keluar ke jalan atau ke pasar dan penghuninya tak selalu punya hati. Di dalam rumah hangat terkunci itu aku lapar, maka aku keluar mencuri. bukan mencuri hati, mencuri penawar dahaga sepi yang harusnya dibayar dengan hati. Aku pencuri menyelinap ke rumah-rumah dan halamanmu. Tak pernah tawar lapar itu karena aku hanya selalu mencuri. Apa yang membedakanku dengan pencuri roti? mereka tak punya uang sementara aku tak punya hati. tetapi kami sama lapar dan ingin memiliki.