Tuesday, January 18, 2005

a feather drifts among the skylines 3

kekasih di suatu waktu, tetap mengerti bagaimana waktu menggerus simpul demi simpul kilau temu. Mutiara terjadinya kita dan patahan setapak yang nyaris tertelan ilalang tanya yang tuna jawaban. ia merangkai jejak-jejak ingat tentang aku yang dilindasi deru berdetik waktu yang lebih deras dari degub kecilku. Kadang aku tak ingat akan hidup, kadang hidup telah mati dari terjagaku. Padahal ia hanya tidur lelap di ranjang abaiku. Tetapi Hidup yang mengingatku dalam mimpi malam dan kekasih di suatu waktu menuliskan matiku di sehelai jendela hujan. agar aku kembali ingat.

kekasih di suatu waktu, menyusuri tebasan jalan rimba yang tak lagi perawan. Anak-anak kita telah satu dengan ibu bapanya yang haus akan keterjagaan. Kita yang lalu telah padam sejak anak. dan kanak-kanak itu yang merengguk kedewasaan. Bukanlah rindu yang kemudian diupacarakan oleh derasan cair ungkap berkepanjangan. Bukan lagi rindu atau kebosanan tentang haus hampa yang mengingini serupa rindu dalam wadah-wadah melankolisnya yang mengumam pengap. mati ketika senyap. mati ketika lupa, mati ketika genap. Tetapi mayatku ditemu hidup dan kita disulam ke dalam rahim sebuah ingat. Di suatu hari kita kembali bayi yang mati terbelit plasenta waktu. Dan Kau, kekasih suatu waktu menghidupkanku kembali tanpa setitik pun rindu. Hanya dengan sebait dua bait mati yang setia bermimpi akan sebuah ingat.