Sunday, September 26, 2004

fragmented memoirs of a sleepless lifetime

setiap malam datang, sebutir hujan deras merajam ku sehelai. resap di seserat rentang kapilerku. pori sunyi yang teramat tak sunyi oleh denging sepi. memekarkan duri yang bersayap lembut, menjerat embun.
Gelap rintih pun langlang, di waktu ambang setengah yang tak henti berjalan, tak pula debur berpusaran.
Di latar hingar sebongkah malam. rasuk lelehan dadaku tanak di katup genggam.

dalam mimpiku yang berjalan, sebuah bulan terpeleset di pekarangan
pekiknya apung sekilas selisip keinginan. Agar perlahan aku tak terjaga

No comments: