Monday, August 23, 2004

narasi bak cuci piring

weng bertumpuk gelas
piring menara mangkuk
bersisa remah keluh sepanjang jalanan
wang weng perkakas bergrafir terajah "stainless steel"
semacam mantera teluh di bawah sihir kereta lewat

swing sweng kran
dan berbusa ruah
kricik..
telapak kering wangi jeruk nipis
keriput berbusa
ting getar bergeming
kotak awan resonan bak cucian
"stainless steel"

sayup hati terbilas deterjen
kelabu digosok abu
tetapi kangenku bukan kromium
berpantul denging di bak aluminium
kemericik dan ciprat air menyejuk nantian
sms jatuh ke air berpusaran
hanyutkan kuku patah seraya debar basah

dang deng klotak klontang
gosong pantat dandang
lemak berbumbu kaldu tinggal kenangan
beresonan miris bincang diam meniris pelan
dari sepasang gelas ke bundar asbak
dari satu piring ke satu talenan
raut sepi berkaca cermin di pisau cincang
tertuliskan segala penat dada di kilat cahaya
spons merah muda mengeja..
"stainless steel"

grompyang sesaat tanda sukat
lalu ricik air di pipa pembuangan
ada bulu mata rontok di tepi bak cucian!

cikini,agustus 2004

No comments: