Wednesday, August 18, 2004

hujan meteor perseid

aku pulas
deras cahaya bungkam ditelan gemawang awan
genangnya terlewatkan
dalam dengkur kujahit bertilam pinta
juga haus hampa menunggu kata

hujan! kata mereka
tetapi pulasku teduh dibungkus atap
deras bintang tanpa setitik basah
hujan! mereka sebutkan
walau langit terbakar ribuan hujam
luka yang tergesek hingga membara
habis mati berdarah cahaya

No comments: