Tuesday, June 29, 2004

percikan api

the houses are floating
on oceaning pale rocks
fallen to melt
till the frozen colored aches are reaching


bincang kita terambil dari bibir perih
antara void di mezanin maram
alasanmu menghilang di kamar-kamarku,
mengapung di keterdiaman yang riuh itu
tali sepatuku lepas ketika kudengar anjakmu
mati ditelan dini hari
genggam sejenak yang lenyapkan aku
lumpuh tertelan labirin bersimbah detakmu
dibawah kulit itu membatu tawanan dan belenggu
tanpa penjaga, tanpa jendela
alasan-alasan yang menghilang di setiap dinding batu
terantai menggelisah tunggu satu ketuk di teraliku.
tanpa kata-kata, tanpa udara

No comments: