Tuesday, May 11, 2004

narasi bawang bombay

sudah lama aku tidak menangis. lelah sekali aku rindu berteduh dalam setarikan sedu. apa yang membuatmu menangis? keindahan membuatku menangis, kerapuhan membuatku menangis, kegamangan rawan membuatku menangis
tangis itu jauh, gemanya terdengar bertahun cahaya bersisa jejaknya seperti ekor kabut nebula. aku lama tidak menangis.
tangis, sekonyong aku rindu pecahnya tangis dari segenapku. sejak tetebingan dada bercecer luruh dan tiada daya untuk mengungkap megahnya ketika gemuruh. selain tangis. selapis demi selapis.

sudah lama aku tidak menangis. mataku kemarau dan kerak oleh terik tegar yang tak perlu. tangisan setegar karang ketika hadirnya tidak disangkal. dan gembur lahan hati tersiangi oleh cairnya. tiada yang keras, atau tajam, atau menikam.
hanya ruam-ruam ternyamankan oleh basuhan.seserpih demi seserpih tangisan yang sangat rawan lekang dan sobekan.

tangis di selapis demi selapis kepergian. tangis senyap di pekarangan.
kadang kala bukan kepergian namun sebuah datang yang tak pernah.
bukan sebuah kesalahan namun sesuatu yang tak pernah tiba di simpang salah atau benar. yang terlambat atau tak pernah sempat hidup atau berjalan. Yang indah dalam kasat maya tanpa rupa tanpa rasa.
aku haru dalam ketiadaan. luruh dalam rindu akan tiada yang tersingkir oleh ada.
aku tetes dan setiap tetes yang hambur berkelip di legam rerambut malam.
aku tangis dan aku tidak menyangkali diriku ketika hadirku bangun dari lelap berdiri tegakku, berjam-jam atau berbulan, bertahun atau berzaman.
aku alir, aku mata yang cair, kata yang menghilir.
aku yang haus akan aku, rindu menjadi aku, menjadi tangis sebelum redanya padam, dan aku menjadi aku yang lain, aku yang menyala siang. yang rindu akan aku yang padam. menggamang di tepian nebula jejak seketika tangisan. sekelebat isakan, untai manik kabut kerinduan akan aku menjadi aku
yang cair menggugu.

No comments: