Tuesday, January 13, 2004

sesekali, di ruang dada

sesekali di meja-meja sarapanku
terkecap gelegak genang di dada
mencicip sengatnya seperti senyap yang mengental
mengisi reronggaan dengan geletar

sesekali atap-atapku berubah cahaya
meredup atau berganti warna
perjalanannya berubah mengiris udara
menyeberang sungsang berdetik gradasinya

sesekali bulan separuhmu beranjak sabit
setipis benang melingkar
atau helai rambut yang menggugur
debam jatuhnya lelehkan gelegak genang

cair dadaku
kental tercicip serupa senyap