Thursday, January 29, 2004

seperti lapar

terbangun dari senyap oleh panggil nama dari seentah gaung
bernafas, seperti lafalmu atas bunyiku
melebur alir di debar dan ruang udara yang menandas dalam sehirupan
kulepas lega nafas asing dari nyawa tidurku
dari kata yang kembali pasang di perairan sadarku

liris deburmu antara hari yang bukan lagi terang ataupun kelam
bernyanyi dalam pusaran yang enggan beranjak silam

terbangun dalam pejam,
tidurmu tanak, meringkuk pekat dalam dadaku bernafas pengap, menabuh harap
gerimis menuturku di wajah tidur, rintik seperti lafalmu atas namaku
lukis bibir lelap itu mencuri gambar senyumku
diam-diam kuhembus nafasmu