Monday, January 19, 2004

pekarangan yang mengembun bintang

tersengal disambut jemuran senja berkibar
di ujung mendung yang berarak pulang
layu tungkaiku mengejar putus layangan malam

makan malam di apung meja rembulan
berbincang di naung kunang-kunang
bercermin bangun rumahku dari tepian pematang kenang

berlarut sudah terbangan percik tubuhku bergerak pulang
jadi berjuta anak panah membara menyalakan kelam
memburu tak lagi menantikan panjang perjalanan

kembali ke segala mengayun ringan