Monday, December 08, 2003

bunyimu

riak siang tanpa bunyimu
terlalu mendebarkan

bunyi pada seketika hadir
tatahkan gemericik rindu
carut ragu dan ambigu

bunyimu yang selalu kucemaskan
kudengar terakhir kali

bunyi terakhir kali
yang berulang kali
debar tak perih namun terengah
barangkali diam mencuri
leleh di dada lengah

kau tak mendengar langkahnya terseret
atau debamnya terjatuh

bunyimu
di kedap jantungku
kau padamkan dari telingamu
hingga nyaringnya berpantul di segenap ku