Monday, November 17, 2003

ruang tunggu 2

waktu terjagaku habis tandas di bingkai rajam jejak dekapan
tak ada jeda tersisa rembes hingga ke tepian gelap tidur yang sebentar
catatan di setiap pulangmu berangkatkan keterasinganku
tertutup dari jendelamu dan hujan atasku cemas tak lagi teteskan gigil ke tiraimu

setengah menanti, setengah beranjak pergi
debarkan kejap intaimu di balik kaca kerut rajahan kelam
undurku diam bukan menyerah atau tergilas amarah
cinta uzur menyilam bukan hanya berdarah
tetapi membisik harap lampiri detik-detik cerah