Wednesday, September 17, 2003

sekepul narasi dapur

rempah masih segar di tampah tampah.
belanjaan tak pernah kudaftar. aku hanya mengingatnya. seperti aku mengingat ekspresinya wajahmu ketika lapar dan menawarkannya dengan keharuman tumisan.
terjaga di pagi hari.

masak apa hari ini?
atau aku hanya berangkat sesudahnya berjalan jalan di pasar
memetik ide dari display sayur sayuran
bayam, daun ginseng atau kangkung
lalap segar dan sambal mentah
akar tinggal lengkuas, bawang dan rona cabe rawit di mortar
bermain sedikit yin yang dikecap komposisi
di akhir hari aku duduk di ujung meja dan temani makanmu
upahku adalah binar wajahmu pada detik detik itu