Tuesday, September 02, 2003

hadirku dan hadirmu

hadirku dan hadirmu seperti sihir
jarak antara kita membeku nadir
aku disini, datang, tinggal, dan pergi
tetapi jarakmu tak berganti

hadirku dan hadirmu seperti tiada akhir
walau bahasa kita tersendat gagapnya waktu
jawab-jawabmu yang tak sampai padaku,
getir.

senyap hadap diantara
medan yang tak pernah bertanya
tentang kesirnaan kita
meneduh dalam gigil rahasia
deras menutur dari hadirnya kita semata
bukan bicara

hadirmu menjerat hadirku menunggu
padahal jala waktu itu
rajutku sendiri menemani kuyu

jarumnya berdetik detik
bukai kolam-kolam sadar

tersedak lagi keheningan panjang
hadirku dan hadirmu
tanpa kata menyimpan bincang