Monday, February 10, 2003

sebuah titik siang hari

pada sebuah titik di siang hari
tak terdengar lagi keriuhan
angin tak lagi berdesir
terik sekonyong sejuk tak melepuh
daun daun berhenti berbincang
mematung dari ranggas
sesaat

langit tewas ditengah ringai senyumnya
pepohon mengeras kaku tanpa geming

kelepak burung lenyap termangsa cerah
debu debu berhenti berlayar

sesaat mati pula rekah rusuk rusukmu menahan nafas

satu titik disaat semua terlena bukan dalam lelap
namun dalam riuh yang meliris ke dalam hampa

dan tak sepenggal awanpun melintas

titik saat segala sempurna dalam lengah
dan sesaat hati beku menyimak terjaga
sebelum beku waktu mencair lagi
dan riuhnya kembali