Tuesday, November 26, 2002

interlude

Dengan mataku aku menangis
dengan jantungku aku menghitung ketuk lagu hidupku sendiri
ruang dan dinginnya adalah catatanku

cinta lebih indah ketika kau mengenang
dan dalam kerawanan ini tak tertahan segala cair hati telah melebur bersama potret potret yang digores abadi
merebut perhatian dari memudar dan menajamkan diri di lambung lambung sepi
bernafas dalam gigil angin yang kauhembuskan dari paru paru hampamu
menanti dan menanti

apa yang kau jelujuri bersama hari
dan rumah rumah yang kaupugar bersama keheningan pekak yang terlalu besar untuk kudekap

pendar di jalan basah yang manis jadi basuh temaram yang menjalin ku
ketika tersadar di detik metronom hari yang melambat
segala tanya mengebas lengah jadi bait bait interlude
untuk komposisi lagu kembara
kejam terlupa akan solist yang belum sempat kudendangkan
menumbuk memar di hilangnya tempo

tempat aku terakhir tertatih