Wednesday, October 02, 2002

surat pemecah hati itu
tergolek tersendat kaku
manakah yang lebih keji?
juru bicara kejujuran
atau bayang bayang yang merestui mimpi yang tiada

aksara yang terluka itu wangi
darah yang diteteskannya menggubah madah madah kala
tiada maaf yang cukup besar membalut dahaganya
karena semesta terlalu mengasihi hayat itu sendiri

kelana tanpa pecah hati mungkin jadi tanpa arti
namun tabur sepihnya selalu adalah intan
yang leburkan mata air sukma yang semakin jernih dan jernih
mengalir, mengejar laut berlari ke segala lepas
menerbangkan jiwa tinggi tinggi dari hasrat raga..

ya, lebih mudah selalu berbicara