Saturday, October 19, 2002


dilukisi tawa kirmizi di bibir yang diam
membungkam segala selain keceriaan
badut badut itu saling mengerling mencari lelehan air mata
di wajah saudaranya mencari sandar
kah gerangan sahabatnya seperti dirinya

di karnaval ini segalannya berwarna
kereta kereta berkilau
dan badut badut yang menariknya pun selalu dilukisi tawa

berat sekali kereta kereta ini beroda persegi
dan kami badut badut menariknya dengan lukisan tawa
tawa yang mencekik kehampaan jauh di balik seragam warna

seragam dan lukisan tawa itu rindu ditanggalkan
dan diam diam gemuruh dibalik canda itu mengoyak juga
karnaval ini akan segera bubar..

kutuk seorang badut