Friday, October 25, 2002

detik bersisian

di detik bersisian kita
telah melanglang jiwa seperti bayang berkelana
walau kita hanya duduk diam bersisian
meniti bingkai siang masing masing di jendela perjalanan

dan untai kata dalam kebisuan telah berkejar
seperti hantu hantu yang riuh bercakap berdekatan
sementara kita diam dalam deru kendaraan
bercampur baur peluh, keletihan, dan diam diam..
kerinduan

telah jauh jalan bising itu sejak terakhir kita tinggalkan
bersama perlahan rontoknya kenang kepahitan
dan hasrat hasrat yang tak mau bungkam

segala hiasan manusiawi kita telah jenuh berguguran
hingga yang tersisa keterdiaman
walau nyala itu masih gigih mengoyak jiwa
dari detik detik bersisian kita

detik selamanya hati menolak tinggal
dalam diam



:Karawaci-Jakarta
Oktober 2002