Thursday, October 03, 2002

Badai Sunyi

dalam keterpenjaraan kala
perjalanan telah mengupas jiwa
kepada intinya yang terdalam
merekah kemerahan dalam radang yang keperihan
dalam rindu rindu yang tak mau digenggam diam

kemanakah kata akan berdiam diakhir perjalanan
sebab setapak ini tiada ujungnya mengalir dan mengalir
bagai jalan raya yang keletihan diguyur cahaya
mengerut dalam usia dan sadarnya yang maya

segala kelana enggan meluruh
tak tahu sebuah letup hati tiba merajami jalan jalan hari ini
masih tanya itu menghujani jagad ku berdiri
semakin keras, semakin deras
lalu menjadi badai
badai yang bising,
badai yang menyesakkan dada
tak bisa bernafas gelagap
tersedak dan tersedak
dalam selamanya gemuruh terpanya

tetapi sesaat sebelum kumati
badai itu jadi kesunyian yang tersunyi
akulah sunyi itu..